Senin, 25 Februari 2019

Kajian Biologi 5


SISTEM INDERA MANUSIA

Tanggal kajian : 25 Februari 2019
Pemateri : Muh. Ishak

Setiap manusia sudah dianugrahi panca indera oleh maha pencipta, agar kita dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan menggunakan panca indera yang telah dianugrahi oleh maha pencipta. pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang panca indera secara lengkap. untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.
     A.    Pengertian Panca Indera


      Panca indra adalah alat-alat tubuh yang mempunyai fungsi untuk mengetahui keadaan luar. alat indra manusia sering disebut juga dengan panca indra, karena terdiri dari lima indra yakni indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indra pengecap (lidah) dan indra peraba (kulit).
      1. Mata
   Mata ialah indera yang fungsinya untuk melihat lingkungan sekitarnya dalam bentuk gambar, sehingga dengan mata bisa mengenali benda-benda yang ada di sekitarnya dengan cepat. mata adalah indra penglihat yang menerima sebuah rangsang berupa cahaya (fotoreseptor). 
    Mata tersusun dari alat tambahan mata, bola mata, otot bola mata, dan saraf optik. alat tambahan mata ini mempunyai fungsi untuk melindungi mata dari gangguan pada lingkungan. alis mata ini fungsinya untuk melindungi mata dari keringat, sedangkan pada kelopak mata untuk melindungi mata dari benturan dan pada bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang kuat, debudan kotoran. Adapun bagian-bagian mata beserta fungsinya, yaitu sebagai brikut : 
a) Kornea mata, mempunyai fungsi untuk menerima sebuah rangsangan cahaya dan meneruskannya pada bagian mata yang lebih dalam.
     b) Lensa mata mempunyai fungsi untuk meneruskan dan memfokuskan pada cahaya agar bayangan benda jatuh ke lensa mata.
      c) Iris mempunyai fungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sebuah cahaya yang masuk ke mata.
d) Pupil mempunyai fungsi sebagai saluran masuknya sebuah cahaya. 
e) Retina mempunyai fungsi untuk membentuk sebuah bayangan benda yang kemudian dikirim oleh saraf mata ke otak
      f) Otot mata mempunyai fungsi untuk mengatur suatu gerakan bola mata.
      g) Saraf mata, mempunyai fungsi untuk meneruskan sebuah rangsangan cahaya dari retina ke otak.
     Cara kerja mata adalah sebagai berikut : Cahaya  menuju ke aqueous humor lalu menuju pupil terus menuju lensa lalu menuju vetreous humor lalu menuju retina lalu menuju saraf optik dan yang terakhir menuju otak
      2. Telinga
    Telinga merupakan alat indra yang berfungsi untuk mendengar suara yang ada di sekitar kita. telinga ialah indra pendengaran yang menerima sebuah rangsangan berupa suara (fonoreseptor). fungsi lain dari telinga yaitu telinga berfungsi sebagai alat keseimbangan. Adapun bagian-bagian telinga, yaitu sebagai berikut :
      a) Telinga bagian luar yakni terdiri dari daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran.
      b) Telinga bagian tengah yakni terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
     c) Telinga bagian dalam yakni terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)
Fungsi bagian-bagian indra pendengar :
    a) Daun telinga,lubang telinga dan liang pendengaran mempunyai fungsi untuk menangkap dan mengumpulkan suatu gelombang bunyi.
     b) Gendang telinga ini mempunyai fungsi untuk menerima sebuah rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
   c) Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) mempunyai fungsi untuk memperkuat sebuah getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput.
   d) Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah siput) mempunyai fungsi untuk mengubah impuls dan diteruskan ke otak. pada tiga saluran setengah lingkaran juga mempunyai fungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
     e) Saluran eustachius fungsi nya untuk menghubungkan suatu rongga mulut dengan telinga bagian luar.
Cara kerja telinga adalah sebagai berikut.
      Getara suara menuju daun telinga lalu menuju saluran telinga lalu menuju gendang telinga lalu menuju tiga tulang pendengaran lalu menuju rumah siput lalu menuju sel-sel rambut dalam organ korti lalu menuju sel saraf audiotori dan yang terakhir menuju otak.
      3. Indra Pembau (hidung)
    Hidung ialah indera yang kita gunakan untuk mengenali suatu lingkungan sekitar atau sesuatu dari aroma yang dihasilkan.serabut-serabut pada saraf penciuman terdapat pada bagian atas selaput lendir hidung. serabut-serabut olfaktori ini mempunyai fungsi untuk mendeteksi rangsang zat kimia dalam bentuk gas di udara (kemoreseptor). Adapun bagian – bagian hidung, yaitu sebagai berikut
      a) Lubang hidung mempunyai fungsi untuk keluar masuknya sebuah udara
      b) Rambut hidung mempunyai fungsi untuk menyaring sebuah udara yang masuk ketika bernapas
     c) Selaput lendir mempunyai fungsi sebagai tempat menempelnya sebuah kotoran dan sebagai indra pembau.
      d) Serabut saraf ini mempunyai fungsi untuk mendeteksi zat kimia yang ada pada udara pernapasan
      e) Saraf pembau ini mempunyai fungsi untuk mengirimkan bau-bauan ke bagian otak.
Cara kerja hidung adalah sebagai berikut.
      Rangsangan (bau) menuju ke lubang hidung lalu menuju ke epitelium olfaktori lalu menuju ke mukosa olfaktori lalu menuju ke saraf olfaktori lalu menuju ke talamus lalu menuju ke hipotalamus dan terakhir menuju ke otak.
       4. Indra Pengecap (lidah)
     lidah yaitu salah satu jenis indera yang mempunyai fungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari makanan yang masuk ke dalam suatu mulut kita.lidah bisa merespon berbagai jenis dan berbagai macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin.pada lidah terdapat dua kelompok otot, yakni otot intrinsik (melakukan sebuah gerakan halus) dan otot ekstrinsik (melakukan sebuah gerakan kasar saat mengunyah dan menelan serta mengaitkan lidah pada bagian sekitarnya). 
       Pada bagian lidah yang berbintil-bintil disebut dengan papila yaitu ujung saraf pengecap. setiap bintil-bintil saraf pengecap tersebut memiliki kepekaan terhadap rasa tertentu yang berdasarkan letaknya pada lidah. pada pangkal lidah dapat mengecap rasa pahit, pada tepi lidah untuk mengecap rasa asin dan asam serta pada ujung lidah fungsiny untuk mengecap rasa manis. Pada permukaan lidah yang ditutupi oleh tiga macam papila yaitu sebagai berikut: Papila sirku valata, Papila filiformis, Papila fungiformis
Cara kerja lidah sebagai berikut :
      Makanan/larutan berasa menuju ke papila lidah lalu menuju ke saraf gustatori lalu menuju medula oblongata lalu menuju talamus dan yang terakhir menuju otak.
      5. Indra Peraba (kulit)
     Kulit ialah salah satu alat indera yang mampu untuk menerima sebuah rangsangan temperatur suhu, sentuhan,rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Pada kulit terdapat sebuah reseptor yang peka terhadap sebuah rangsangan fisik (mekanoreseptor). contohnya yaitu pada sentuhan, tekanan, panan, dingin, dan nyeri. reseptor ini juga berupa ujung saraf yang bebas ataupun ujung saraf yang diselubungi sebuah kapsul jaringat ikat. 
      Umumnya pada setiap jenis reseptor hanya bisa menerima satu jenis rangsang saja. kulit mempunyai fungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya pada otot dan tulang, dan sebagai alat peraba dengan dilengkapi berbagai macam reseptor yang peka terhadap berbagai suatu rangsangan yaitu sebagai alat ekskresi serta untuk pengatur suhu tubuh. Adapun bagian-bagian kulit beserta fungsinya :
      a) Kulit ari mempunyai fungsi untuk mencegah masuknya sebuah bibit penyakit dan untuk mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
      b) Kelenjar keringat mempunyai fungsi untuk menghasilkan suatu keringat
      c) lapisan lemak mempunyai fungsi untuk menghangatkan suatu tubuh
      d) Otot penggerak rambut mempunyai fungsi untuk mengatur sebuah gerakan rambut
      e) Pembuluh darah mempunyai fungsi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh.
        panca indera merupakan salah satu anugrah dari tuhan untuk manusia. dan mempunyai kelebihan nya masing-masing dari makhluk hidup lainnya.
Dokumentasi Kegiatan






Jumat, 11 Januari 2019

Kajian Biologi 4


            Tanggal kajian : 11 Januari 2019
Pemateri : Nini Anriani
SISTEM EKSRESI MANUSIA
           A.    Pengertian Sistem Ekskresi
Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh.
Selain ekskresi, ada juga defekasi dan sekresi. Defekasi adalah pengeluaran zat sisa hasil proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkan sekresi adalah pengeluaran oleh sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses lainnya seperti enzim dan hormon. Adapun yang termasuk dalam sistem eksresi manusia sebagai berikut :   
          1. Ginjal



         Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk ginjal seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal dibungkus oleh semacam selaput tipis yang disebut ‘kapsul’. Fungsi ginjal:         
a. Menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah yang dikeluarkan dalam bentuk urin
      b. Mempertahankan dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
      c.Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur konsentrasi garam dalam tubuh.
     d. Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dengan cara mengeluarkan kelebihan asam atau basa melalui urin.
      e.Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, dan amonia melalui urine.
Adapun Bagian-bagian ginjal:
  a. Korteks(kulit ginjal), terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
      b. Medula(sumsum ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut(piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
     c. Rongga ginjal(pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
Proses pembentukan urine dalam bentuk skema:
      Darah dari aorta menuju glomerulus(filtrasi atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea tubulus kontortus proksimal(reabsorpsi atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk urin sekunder yang mengandung urea → tubulus kontortus distal (augmentasi atau pengeluaran zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk urin sebenarnya → tubulus kolektivus → rongga ginjal → ureter → kandung kemih → uretra → urine keluar tubuh.  
      Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3 tahap, yaitu filtrasi(penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat). Zat-zat yang terkandung dalam urin: Air. Kurang lebih 95%. Urea, asam urat, dan amonia dan merupakan sisa pembongkaran protein. Empedu yang memberikan warna kuning pada urine. Garam. Zat yang bersifat racun atau berlebihan lainnya. Faktor yang memengaruhi jumlah urine yang keluar: Jumlah air yang diminum. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar osmosisnya seimbang. Pengaruh hormon antidiuretik(ADH) atau hormon vasopresin. Yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah. Iklim/musim/cuaca. Ketika musim hujan(dingin) produksi urin berlebihan, ketika musim kemarau(panas) produksi urin berkurang. Stimulus atau saraf.
Gangguan dan kelainan pada ginjal:
      a. Uremia tertimbunnya urea dalam darah sehingga mengakibatkan keracunan.
     b. Albuminuria urine mengandung albumin(protein) yang disebabkan oleh kerusakan pada           glomerulus.
  c. Diabetes insipidus penyakit kekurangan hormon vasopresin atau hormon antidiuretik(ADH) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine berlimpah mencapai 20 liter.
     d. Diabetes melitus terdapat glukosa dalam urine. Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.
     e. Nefritis gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.
f. Batu ginjal adanya endapan garam kalsium di dalam kantong kemih
      g. Gagal ginjal ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok ginjal
      h. Hematuria urin mengandung darah karena adanya kerusakan pada glomerulus.
       2. Kulit

       Kulit merupakan salah satu alat ekskresi. Karena kulit mengeluarkan keringat. Keringat keluar melalui pori-pori kulit. Keringat mengandung air dan garam-garam mineral. Fungsi kulit: Alat pengeluaran(ekskresi) dalam bentuk keringat. Pelindung tubuh dari gangguan fisik(sinar, tekanan, dan suhu), gangguan biologis(jamur), dan gangguan kimiawi. Mengatur suhu badan. Tempat pemberntukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari. Tempat menyimpan kelebihan lemak. Sebagai indra peraba.
Bagian-bagian kulit:
      a. Epidermis(lapisan kulit ari), merupakan bagian terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yaitu:
a)      Lapisan tanduk/stratum korneum
Lapisan paling luar dan tersusun dari sel yang telah mati. Mudah terkelupas.Tidak memiliki pembuluh darah dan syaraf sehingga tidak terasa sakit dan tidak mengeluarkan darah bila lapisan ini mengelupas.
b)      Lapisan Malpighi, tersusun dari sel-sel hidup, terdapat pigmen yang memberikan warna kulit dan melindungi dari sinar matahari, terdapat ujung syaraf.
       b. Dermis(lapisan kulit jangat)
     Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan epidermis. Di lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut:
a)      Pembuluh darah untuk mengangkut zat-zat makanan ke rambut.
b)      Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
c)      Ujung syaraf. Yang terdiri dari korpuskulus pacini(reseptor tekanan), korpuskulus meissner’s(reseptor raba/sentuhan), korpuskulus ruffini(reseptor panas), reseptor rasa nyeri, dan korpuskulus krause(reseptor dingin).
d)     Kelenjar minyak. Menghasilkan minyak yang berfungsi untuk meminyaki rambut dan kulit agar tidak kering.
e)      Kantong rambut merupakan tempat tertanamnya akar rambut.
       c. Jaringan bawah kulit(subkutaneus)
     Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan. Faktor-faktor pemicu keringat: Peningkatan aktifitas tubuh, peningkatan suhu lingkungan, guncangan emosi, syaraf
Gangguan pada kulit:
       a. Jerawat merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.
       b. Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit karena tungau(Sarcoptes scabies).
       c. Pruvitus kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul rasa gatal yang dipicu oleh iritasi  saraf sensorik perifer.
      d. Eksim atau alergi merupakan penyakit kulit karena infeksi atau iritasi bahan luar yang termakan atau menyentuh kulit.
    e. Gangren adalah kelainan pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk di bagian tertentu salah satunya akibat penekanan pada pembuluh darah tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).
  3. Paru-Paru
       Paru-paru juga merupakan salah satu alat ekskresi. Karena paru-paru mengeluarkan gas CO2 dan uap air.  Fungsi paru-paru: Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.
Gangguan pada paru-paru:
       a. Asma atau sesak nafas. Disebabkan alergi terhadap benda-benda asing yang masuk hidung.
      b. Kanker paru-paru. Disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi yang memengaruhi pertukaran das di paru-paru.
     c. Emfisema adalah penyakit pembengkakan alveolus yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit.
  4. Hati
      Hati merupakan salah satu alat ekskresi karena hati mengeluarkan urea dan amonia ke luar tubuh. Hati terletak di rongga perut bagian kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg. Fungsi hati: Menyimpan glikogen(gula otot) yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin, Menetralkan racun, Membentuk protrombin(untuk pembekuan darah), Tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A, Tempat pembentukan urea dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin, Tempat pembentukan sel darah merah pada janin, Sebagai organ ekskresi yang bertugas merombak eritrosit(sel darah merah).
Gangguan pada hati:
    a. Penyakit wilson merupakan penyakit keturunan dengan kadar zat tembaga dalam tubuh yang berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan fungsi hati.
      b. Hepatitis merupakan radang atau pembengkakan hati.
     c. Sirosis merupakan penyakit hati yang kronis dan mengakibatkan guratan pada hati sehingga hati menjadi tidak berfungsi

Pertanyaan saat kajian :
1. Kelainan yang terdapat pada kulit dan cara mengatasinya ? (Astuti)
2. Apakah mitos ini benar atau tidak, jika minum air sambil berdiri akan menyebabkan usus buntu ? (Muh. Akmal)
3. Jelaskan kelainan pada hati ? (Suriani)
Dokumentasi kegiatan