Tanggal kajian : 11 Januari 2019
Pemateri : Nini
Anriani
SISTEM
EKSRESI MANUSIA
A.
Pengertian Sistem Ekskresi
Eksresi
adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas.
Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan
CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan
akan mengganggu bahkan meracuni tubuh.
Selain
ekskresi, ada juga defekasi dan sekresi. Defekasi adalah pengeluaran zat sisa hasil
proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkan sekresi adalah pengeluaran
oleh sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses
lainnya seperti enzim dan hormon. Adapun
yang termasuk dalam sistem eksresi manusia sebagai berikut :
Manusia
memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas
tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan.
Itu karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk
ginjal seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan panjang sekitar 10 cm
dan berat sekitar 200 gram. Ginjal dibungkus oleh semacam selaput tipis yang disebut
‘kapsul’. Fungsi ginjal:
a. Menyaring
zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah yang dikeluarkan dalam bentuk urin
b. Mempertahankan
dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
c.Menjaga
tekanan osmosis dengan cara mengatur konsentrasi garam dalam tubuh.
d. Mempertahankan
keseimbangan kadar asam dan basa dengan cara mengeluarkan kelebihan asam atau basa
melalui urin.
e.Mengeluarkan
sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, dan amonia melalui urine.
Adapun
Bagian-bagian ginjal:
a. Korteks(kulit
ginjal), terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi
tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang
terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus
kolektivus.
b. Medula(sumsum
ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut(piramida). Di sini terdapat
lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus
distal.
c. Rongga
ginjal(pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin
sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan
dari tubuh melalui uretra.
Proses
pembentukan urine dalam bentuk skema:
Darah dari aorta menuju glomerulus(filtrasi
atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer
yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea → tubulus kontortus proksimal(reabsorpsi
atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk
urin sekunder yang mengandung urea → tubulus kontortus distal (augmentasi atau pengeluaran
zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk
urin sebenarnya →
tubulus kolektivus → rongga ginjal → ureter → kandung kemih → uretra → urine keluar
tubuh.
Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3
tahap, yaitu filtrasi(penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan
augmentasi (pengeluaran
zat). Zat-zat yang terkandung dalam urin: Air.
Kurang lebih 95%. Urea,
asam urat, dan amonia dan merupakan sisa pembongkaran protein. Empedu yang memberikan warna
kuning pada urine. Garam. Zat yang bersifat racun
atau berlebihan lainnya. Faktor
yang memengaruhi jumlah urine yang keluar: Jumlah air yang diminum. Banyaknya garam yang harus
dikeluarkan dari darah agar osmosisnya seimbang. Pengaruh hormon antidiuretik(ADH)
atau hormon vasopresin. Yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah. Iklim/musim/cuaca. Ketika
musim hujan(dingin) produksi urin berlebihan, ketika musim kemarau(panas) produksi
urin berkurang. Stimulus
atau saraf.
Gangguan dan kelainan
pada ginjal:
a. Uremia tertimbunnya urea dalam darah sehingga
mengakibatkan keracunan.
b. Albuminuria urine mengandung albumin(protein) yang disebabkan
oleh kerusakan pada glomerulus.
c. Diabetes
insipidus penyakit kekurangan hormon
vasopresin atau hormon antidiuretik(ADH) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan
mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine berlimpah mencapai
20 liter.
d. Diabetes
melitus terdapat glukosa dalam urine.
Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.
e. Nefritis gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri
streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.
f. Batu
ginjal adanya endapan garam kalsium di
dalam kantong kemih
g. Gagal
ginjal ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya
dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok ginjal
h. Hematuria urin mengandung darah karena adanya kerusakan
pada glomerulus.
2. Kulit
Kulit merupakan salah satu alat ekskresi.
Karena kulit mengeluarkan keringat. Keringat keluar melalui pori-pori kulit. Keringat
mengandung air dan garam-garam mineral. Fungsi kulit: Alat
pengeluaran(ekskresi) dalam bentuk keringat. Pelindung
tubuh dari gangguan fisik(sinar, tekanan, dan suhu), gangguan biologis(jamur), dan
gangguan kimiawi. Mengatur
suhu badan. Tempat
pemberntukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari. Tempat
menyimpan kelebihan lemak. Sebagai
indra peraba.
Bagian-bagian kulit:
a. Epidermis(lapisan
kulit ari), merupakan
bagian terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yaitu:
a) Lapisan
tanduk/stratum korneum
Lapisan paling luar dan tersusun dari sel
yang telah mati. Mudah
terkelupas.Tidak memiliki pembuluh darah dan syaraf sehingga tidak terasa sakit
dan tidak mengeluarkan darah bila lapisan ini mengelupas.
b) Lapisan
Malpighi, tersusun dari sel-sel hidup, terdapat pigmen yang memberikan
warna kulit dan melindungi dari sinar matahari, terdapat ujung syaraf.
b. Dermis(lapisan
kulit jangat)
Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan
epidermis. Di lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut:
a) Pembuluh
darah untuk mengangkut zat-zat makanan ke rambut.
b) Kelenjar
keringat menghasilkan keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
c) Ujung
syaraf. Yang terdiri dari korpuskulus pacini(reseptor tekanan), korpuskulus meissner’s(reseptor
raba/sentuhan), korpuskulus ruffini(reseptor panas), reseptor rasa nyeri, dan korpuskulus
krause(reseptor dingin).
d) Kelenjar
minyak. Menghasilkan minyak yang berfungsi untuk meminyaki rambut dan kulit agar
tidak kering.
e) Kantong
rambut merupakan tempat tertanamnya akar rambut.
c. Jaringan
bawah kulit(subkutaneus)
Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi
menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan. Faktor-faktor pemicu keringat: Peningkatan
aktifitas tubuh, peningkatan
suhu lingkungan, guncangan
emosi, syaraf
Gangguan pada kulit:
a. Jerawat
merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.
b. Scabies
atau kudis merupakan penyakit kulit karena tungau(Sarcoptes scabies).
c. Pruvitus
kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul rasa gatal yang dipicu oleh
iritasi saraf sensorik perifer.
d. Eksim
atau alergi merupakan penyakit kulit karena infeksi atau iritasi bahan luar yang
termakan atau menyentuh kulit.
e. Gangren
adalah kelainan pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh.
Ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk di bagian tertentu salah satunya akibat
penekanan pada pembuluh darah tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).
Paru-paru juga merupakan salah satu alat
ekskresi. Karena paru-paru mengeluarkan gas CO2 dan uap air. Fungsi
paru-paru: Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang
tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya
penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi
dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.
a. Asma
atau sesak nafas. Disebabkan alergi terhadap benda-benda asing yang masuk hidung.
b. Kanker
paru-paru. Disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terlalu banyak menghirup debu
asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi yang memengaruhi pertukaran
das di paru-paru.
c. Emfisema
adalah penyakit pembengkakan alveolus yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit.
Hati merupakan salah satu alat ekskresi karena
hati mengeluarkan urea dan amonia ke luar tubuh. Hati terletak di rongga perut bagian
kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar
2 kg. Fungsi hati: Menyimpan glikogen(gula otot) yang merupakan hasil pengubahan
dari glukosa karena hormon insulin, Menetralkan
racun, Membentuk protrombin(untuk
pembekuan darah), Tempat
pengubahan provitamin A menjadi vitamin A, Tempat
pembentukan urea dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang
selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin, Tempat pembentukan sel darah merah pada janin, Sebagai organ ekskresi yang
bertugas merombak eritrosit(sel darah merah).
Gangguan pada hati:
a. Penyakit
wilson merupakan penyakit keturunan dengan kadar zat tembaga dalam tubuh yang berlebihan
sehingga mengakibatkan gangguan fungsi hati.
b. Hepatitis
merupakan radang atau pembengkakan hati.
c. Sirosis
merupakan penyakit hati yang kronis dan mengakibatkan guratan pada hati sehingga
hati menjadi tidak berfungsi
Pertanyaan saat kajian :
1. Kelainan yang terdapat pada kulit dan cara mengatasinya ? (Astuti)
2. Apakah mitos ini benar atau tidak, jika minum air sambil berdiri akan menyebabkan usus buntu ? (Muh. Akmal)
3. Jelaskan kelainan pada hati ? (Suriani)
Dokumentasi kegiatan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar