Tanggal kajian: 11 Oktober 2018
Pemateri : Nini Anriani
BAKTERI
Bakteri
berasal dari bahasa Latin bacterium; jamak: bacteria adalah kelompok organisme
yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain
prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). Hal ini menyebabkan
organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya
mikroskop. Barulah setelah abad ke-19 (setelah ditemukannya mikroskop), ilmu
tentang mikroorganisme terutama bakteri (bakteriologi) mulai berkembang.
Ciri
Ciri Morfologi Bakteri
Morfologi bakteri
sangat sederhana, sehingga sangat tidak mungkin hanya menggunakan morfologi sel
untuk informasi taksonomi. Namun demikian morfologi tetap bernilai dalam
taksonomi. Morfologi bakteri yang dipertimbangkan adalah :
A.
Bentuk sel bakteri
Pada umumnya bakteri dibagi menjadi tiga
golongan besar (berdasarkan bentuknya) yaitu:
1. Kokus (Coccus) adalah bakteri yang
berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
- Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
- Diplococcus, jka berganda dua-dua
- Tetracoccus, jika bergandengan empat
dan membentuk bujur sangkar
- Sarcina, jika bergerombol membentuk
kubus
- Staphylococcus, jika bergerombol
- Streptococcus, jika bergandengan
membentuk rantai
2. Basil (Bacillus) adalah kelompok
bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai
berikut:
- Diplobacillus, jika bergandengan
dua-dua
- Streptobacillus, jika bergandengan
membentuk rantai
3. Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang
berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
- Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung
kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma)
- Spiral, jika lengkung lebih dari
setengah lingkaran
- Spirochete, jika lengkung membentuk
struktur yang fleksibel.
B.
Ukuran sel bakteri
- Sangat kecil dan bervariasi : 1,0 -
5,0 x 0,5 - 1,0 μm, diameter 0,6 - 3,5 μm
- Diamati dengan mikroskop pada
pembesaran maksimum (100 X)
- Detil struktur sel dapat diamati
dengan menggunakan mikroskop elektron
Struktur
Sel bakteri
Struktur Sel bakteri dapat dibagi atas 3
bagian utama yaitu :
1. Dinding sel
2. Bagian internal berupa protoplasma
yang mengandung :
• Membran sel
• Inclusionbody
• Mesosom
• Ribosom
• Nukleoid (DNA)
3. Bagian eksternal
• Kapsul
• Flagela
• Pili
Dinding sel
Dinding sel bakteri
sangat tipis dan elastis ,terbentuk dari peptidoglikan yang merupakan polimer
unik yang hanya dimiliki oleh golongan bakteri. Fungsinya dinding sel adalah-
memberi bentuk sel, member perlindungan dari lingkungan luar dan mengatur
pertukaran zat-zat dari dan ke dalam sel Teknik pewarnaan Gram adalah untuk
menunjukan perbedaan yang mendasar dalam organisasi struktur dinding sel bakteri
atau cellanvelope.
Bakteri Gram positif
memiliki dinding sel relatif tebal, terdiri dari berlapis-lapis
polymerpeptidoglycan (disebut juga murein). Tebalnya dinding sel menahan
lolosnya komplekcrystal violet-iodine ketika dicuci dengan alkohol atau aseton.
Bakteri Gram negatif memiliki dinding sel berupa lapisan tipis peptidoglycan,
yang diselubungi oleh lapisan tipis outermembrane yang terdiri dari
lipopolysaccharide (LPS). Daerah antara peptidoglycan dan lapisan LPS disebut
periplasmicspace (hanya ditemui pada Gram negatif) adalah zona berisi cairan
atau gel yang mengandung berbagai enzymes dan nutrient-carrierproteins.
Kompleks Crystal violet-iodine mudah lolos melalui LPS dan lapisan tipis
peptidoglycan ketika sel diperlakukan dengan pelarut. Ketika sel diberi
perlakuan pewarna tandingan Safranin O, pewarna tersebut dapat diserap oleh
dinding sel bakteri Gram negatif.
Protoplasma
Yaitu semua material yang terdapat
didalam dinding sel.
A. Membran sel : Terdapat dibagian dalam
dinding sel, terdiri dari phospholipid yang tersusun bilayer , dan mengandung
berbagai protein yaitu:
– Enzym untuk reaksi
– Pori untuk proses difusi
– Reseptor untuk transpor
– Reseptors untuk mengenal, komunikasi,
dan penempelan.
B. Sitoplasma : Merupakan cairan sel
yang terdapat didalam plasma membran. Terdiri dari 80% air, ribosom, berbagai
enzim, koenzim, senyawa organik (protein, lemak, karbohidrat, dll), senyawa
anorganik.
C. Ribosom : organel sel yang berfungsi
sebagai pabrik protein
D. Mesosome : Invaginasi dari plasma membran,
dalam bentuk vesikel, tubule, atau lamela
E. Nukleoid : Material genetik
bakteri/kromosom bakteri/DNA , berbentuk circular (melingkar), membawa sifat yg
mengatur viabilitas bakteri.
F. Plasmid : Material genetik non
esensial, ekstra kromosom, berbentuk melingkar tetapi ukuran lebih kecil dari
DNA, membawa sifat-sifat tambahan ketahanan terhadap antibiotik, ultra violet,
patogenisitas, produksi bakteriosin, dll, tetapi tidak membawa sifat untuk
viabilitas sel. Plasmid dapat berpindah antar bakteri, atau dari bakteri ke sel
tanaman inang (contoh pada Agrobakteriumtumefaciens).
Bagian eksternal
A. Flagela
Berfungsi sebagai alat gerak, struktur
utamanya adalah protein yang disebut flagellin, fleksibel, ukuran
diameter10-15μm, dengan panjang 10-20μm. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel
yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
-Atrik, tidak mempunyai flagel.
-Monotrik, mempunyai satu flagel pada
salah satu ujungnya.
-Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel
pada salah satu ujungnya.
-Amfitrik, mempunyai satu flagel pada
kedua ujungnya.
-Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh
permukaan tubuhnya.
B. Pili/Fimbriae
Merupakan alat untuk menempel pada
permukaan (adhesin) substrat. Pili ada yang khusus digunakan untuk konjugasi,
disebut pili sex. DNA bakteri dapat ditransfer dari satu sel bakteri ke sel
bakteri lain selama proses konjugasi.
C. Kapsul/envelope
Merupakan selubung sel bakteri berupa
extracellularpolysacharide (EPS). Berupa kapsul bila melekat erat pada dinding
sel atau berupa lendir dengan struktur longgar Berfungsi sebagai pelindung sel
dari kekeringan dan serangan mikroorganisme lain; alat untuk melekat pada
permukaan; berperan dalam penyerapan ion selektif; dan dalam interaksi
inang-patogen.
Reproduksi
Bakteri
Bakteri umumnya melakukan reproduksi
atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah
diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel
membelah menjadi dua. Selama proses pembelahan, material genetik juga menduplikasi
diri dan membelah menjadi dua, dan mendistribusikan dirinya sendiri pada dua
sel baru. Bakteri membelah diri dalam waktu yang sangat singkat.Pada kondisi
yang menguntungkan berduplikasi setiap 20 menit.
Cara Reproduksi Bakteri selain
pembelahan biner antara lain :
1. Konjugasi : reproduksi seksual dimana
bakteri bertukar bahan genetik sebelum membelah diri, sehingga turunannya
memiliki gen baru. Material genetik ditransfer melalui pili sex.
2. Transformasi – bakteri mengambil gen
dari bakteri lain yang telah mati dari lingkungannya.
3. Transduksi – virus menyisipkan gen
baru ke dalam sel bakteri. Metoda ini digunakan dalam bioteknologi untuk
menghasilkan bakteri yang dapat menghasilkan insulin.
Jenis-jenis
Bakteri
Berdasarkan cara memperoleh makanannya,
bakteri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu bakteri heterotrof dan
bakteri autotrof.
A. Bakteri Heterotrof
Bakteri ini hidup
dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak
dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. Zat organik diperoleh
dari sisa-sisa organisme lain. Bakteri yang mendapatkan zat organik dari
sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa makanan, kita sebut sebagai bakteri
saprofit. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat
anorganik, yaitu CO2, H2O, energi dan mineral.
B. Bakteri Autotrof
Bakteri Autotrof adalah
bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada.
Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto = sendiri,
trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1. Bakteri fotoautrotof
Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang
memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat
organik melalui proses fotosintesis. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau,
bakteri ungu.
2. Bakteri kemoautrotof
Bakteri kemoautrotof
adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat
terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang
sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas.
Nitrosomonas dapat memecah NH3 menjadi NH2, air dan energi.
Di samping terdapat
bakteri yang dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkan makanan, ada juga
penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses
respirasi. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut:
1. Bakteri aerob
yaitu bakteri yang menggunakan oksigen
bebas dalam proses respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter.
2. Bakteri anaerob
yaitu bakteri yang tidak menggunakan
oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcuslactis.
Sedangkan berdasarkan kebutuhan terhadap
oksigen, bakteri dikelompokkan lagi menjadi:
1. Bakteri aerob obligat
yaitu bakteri yang hanya dapat hidup
dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
2. Bakteri anaerob obligat
yaitu bakteri yang hanya dapat hidup
dalam suasana tanpa oksigen. Misal: Clostridiumtetani.
3. Bakteri anaerob fakulatif
yaitu bakteri yang dapat hidup dengan
atau tanpa oksigen. Misal: Escherichia coli, Salmonellathypose dan Shigella.
Peranan Bakteri
Peranan Menguntungkan
1) Bakteri yang
bermanfaat dalam produksi bahan makanan:
- Lactobacillus casei dan Lactobacillus bulgaricus, untuk membuat yoghurt.
- Acetobacter xylinum, untuk membuat nata de coco
- Acetobacter aceti, untuk membuat asam cuka.
- Streptococcus lactis, untuk membuat mentega.
- Lactobacillus sp untuk membuat terasi.
2) Bakteri penghasil
antibiotik:
- Streptomyces griceus, penghasil streptomisin.
- Stretomyces aureofacien, penghasil aureomisin.
- Streptomyces venezuele, penghasil kloramfenikol.
3) Bakteri penyubur
tanah:
- Rhizobium leguminosarum, bakteri ini bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan (Leguminosa) dan dapat mengikat nitrogen (fiksasi nitrogen). Azetobacter, Chlorococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum yang hidup bebas dan dapat mengikat nitrogen.
Fiksasi Nitrogen adalah reaksi pengikatan/ penambatan
nitrogen bebas (N2) di udara (atmosfir) dan mengubah menjadi senyawa
amoniak (NH3).
- Nitrosomonas dan Nitrosococcus, dapat mengubah amonia menjadi nitrit (NO2), dan Nitrobacter, dapat mengubah nitrit menjadi nitrat (NO3). Proses ini dinamakan Nitrifikasi.
1) Pada manusia
2) Pada hewan
- Actynomices bovis: bengkak rahang pada sapi.
- Bacillus anthraxis: penyakit antraks pada ternak.
- Streptococcus: radang payudara sapi.
- Cytopage columnaris: penyakit pada ikan.
3) Pada tanaman
- Xanthomonas oryzae: menyerang pucuk batang padi.
- Xanthomonas campestris: menyerang tanaman kubis.
- Pseudomonas solanacearum: layu pada terung-terungan.
- Erwina carotovora: busuk pada buah-buahan.
4) Merusak bahan
makanan:
- Acetobacter: merubah etanol (alkohol) menjadi asam cuka sehingga merugikan perusahaan anggur.
- Pseudomonas: membentuk asam bongkrek (racun) pada tempe bongkrek.
- Clostridium botulinum, penghasil racun makanan
Pertanyaan yang masuk saat kajian :
1. Sipakah penemu bakteri dan penelitian apa yang dilakukan serta mengapa diberi nama bakteri ? (Suriani)
2. Mengapa variasi bakteri berbeda ? (Niar)
3. Bentuk tubuh bakteri yang menguntungkan dan merugikan ? ( Muh. Agus)
Dokumentasi kajian




Mengapa bakteri yang berukuran mikro dapat menyebabkan berbagai macam penyakit ? (ilmah)
BalasHapusTerlebih dahulu kita ketahu apa itu bakteri .
HapusBakteriAdalah suatu jasad renik/ makhluk mikrokopis yang terdiri atas satu sel namun mempunyai organ-organ sel, seperti gel (ekor), inti sel, selaput dinding sel, materi genetik (DNA), darah, dan sebagainya.
Karena ukurannya yang kecil sekali, bakteri hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri yang memiliki bermacam bentuk ini; bulat, lonjong, oval dan spiral tersebar di mana-mana, baik di tanah, air dan bisa merupakan simbiosis dari mahluk lain. Bakteri ada yang merugikan manusia dan ada yang mendatangkan manfaat.
Bakteri yang menimbulkan penyakit (merugikan manusia) dikatakan bersifat patogen. Contoh bakteri Salmonela typhi (yang menjadi penyebab demam typhoid) atau clostridium tetani (yang dapat menyebabkan penyakit tetanus). Sementara contoh bakteri yang berguna adalah bakteri Escherichia coli.
Bakteri yang hidup di dalam usus besar manusia ini berfungsi untuk membusukkan ampas dari sisa-sisa makanan. Bila dilihat dari pewarnaan, bakteri dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan bakten gram negatif.
Bakteri gram positif tidak terlalu berbahaya ketimbang bakteri gram negatif yang mempunyai dinding sel kompleks dan tebal serta cukup ganas, dan terkadang sulit ditembus antibiotik. Bakteri yang disebut terakhir ini banyak ditemui pada infeksi saluran kemih dan saluran cerna.
Bakteri berkembang biak dengan membelah diri dan membentuk spora, yaitu memutuskan organ `kepala' selnya untuk kemudian menduplikasi/mencetak kembali anak-anaknya. Bakteri yang berbahaya jika dibiarkan dalam tubuh akan terus berkembang biak dan memperburuk penyakit. Bakteri bisa "dibunuh"dengan antimikroba atau antibiodk.
Dari penjelasan diatas kita bisa ketahui bahwa knp bakeri yg berukuran mikro dpt menyebabkan penyakit.
Terimakasih ilmah atas pertanyaannya. Semoga jawaban ini bisa bermanfaat .
Apakah bakteri termasuk hewan tingkat terndah atau tumbuhan tingkat rendah ?
BalasHapusTerimakasih atas pertanyaannya.
HapusJadi jawabannya itu Bakteri termasuk tumbuhan tingkat rendah .
Bakteri ada yang memiliki ciri yang mirip seperti tumbuhan dan ada juga yang mirip hewan. Untuk kingdom bacteri, kelas Cynobacteria dan bakteri yang bersifat autotrof memiliki sifat yang mirip tumbuhan sedangkan bakteri yang bersifat heterotrof memiliki sifat dan ciri yang dimiliki hewan.
Mengapa bakteri itu ada? Bagaimana cara meminimalisir bakteri yang merugikan?
BalasHapusSiapakah penemu pertama bakteri dan mengapa diberi nama Bakteri??
BalasHapusjelaskan lima bakteri yang merugikan serta bagaimana cara penanggulangannya ?
BalasHapusJawabannya :
Hapus1. clostridium botulinum: penyebab keracunan makanan.
pencegahan:mencuci tangan sebelum makan,periksa makan,makan makanan yg berserat,jangan makan makanan sembarang
2.clorodium titani : difteri
:apabila terkena duri atau paku segera bersihkan dgn air bersih dan langsung di bawa ke rumah sakit.
3.treponema pallidum : pada kelamin
: sebaiknya jgn terlalu banyak bersetubuh dgn lain jenis yg berganti ganti
4.mycobacterium lepare: lepra(kusta)
:jangan banyak bermain lumpur atau sering bersihkan jari .
5.salmonella typhii: tifus
:harus banyak istirahat
Bakteri ini termasuk hewan atau tumbuhan?
BalasHapus